Kegiatan Dialog Kebangkitan Ekonomi Perempuan dalam rangka Dies Natalies ke-56 Kohati

kegiatan Dialog Kebangkitan Ekonomi Perempuan dalam rangka Dies Natalies ke-56 Kohati yang dilaksanakan pada hari Kamis, 15 September 2022 di Auditorium Nurcholish Majid – Universitas Paramadina, Jakarta.

Kohati atau Korps HMI-Wati merupakan sebuah lembaga semi otonom yang didirikan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang terfokuskan untuk mengkader dan mewadahi perempuan-perempuan yang tergabung dalam organisasi dan bertugas untuk membina, mengembangkan dan meningkatkan potensi HMI-Wati dalam wacana dan dinamika gerakan keperempuanan.

✅ Kegiatan ini bertujuan untuk membangun semangat berwirausaha perempuan, memberikan pengetahuan tentang kebangkitan ekonomi perempuan, merangkum tips dan trik menjadi wirausaha dan menjabarkan keterwakilan perempuan terhadap ekonomi politik pasca pandemi.

✅ Kegiatan ini dihadiri oleh :
1. Ibu Dr. Fatchiah Kertamuda, M.Sc, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina;
2. Ibu Masruroh, Direktur Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran Kemenparekraf RI
3. Ibu Dr. Prima Naomi; Dosen Universitas Paramadina
4. Ibu Umiroh Fauziah, Ketua Umum Kohati PB HMI;
5. Ibu Yusanida Hamidinsyah, Leader NU Skin;
6. Ibu Debbie R. Tampubolon, SE.Ak, Founder & CEO INAMikro, Wakil Ketua Komite Tetap Perencanaan Ekonomi Digital KADIN Indonesia;
7. Pengurus Kohati PB HMI;

✅ Agenda Kegiatan :
1️⃣ Pembukaan acara dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, serta laporan dari ketua panitia, sambutan Ketua Umum Kohati PB HMI dan Wakil Rektor Univ. Paramadina sekaligus membuka acara;
2️⃣ Sesi Dialog:
a.) Ibu Masruroh, Direktur Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran Kemenparekraf RI:
– Pentingnya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan menjadi salah satu poin yang di highlight dalam Sustainable Development Goals (SGDs) yang dicanangkan oleh PBB.
– Dalam pengembangan sektor parekraf, Kemenparekraf memiliki kegiatan unggulan antara lain BEDAKAN (Bedah Desain Kemasan) dan Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI).
– Banyak perubahan terjadi saat ini, antara lain saat ini hal-hal dapat dilakukan secara online. Kebutuhan akan konten digital inilah yang harus dimanfaatkan sebagai peluang baru.

b.) Ibu Dr. Prima Naomi; Dosen Universitas Paramadina:
– Bagi UMKM Wanita diluar Pulau Jawa, sering kali kesulitannya adalah bahan baku dan pemasaran. Sehingga diperlukan adanya mentor untuk melakukan pembimbingan dalam kewirausahaan.
– Pembimbingan terhadap para pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadapi ekonomi Indonesia di masa yang akan datang

c.) Ibu Debbie R. Tampubolon, SE.Ak, Founder & CEO INAMikro, Wakil Ketua Komite Tetap Perencanaan Ekonomi Digital KADIN Indonesia:
– Pembangunan memiliki peranan penting dalam mewujudkan kesetaraan gender. Jika pembangunan sukses, maka kesetaraan gender akan terwujud.
– Pemberdayaan ekonomi perempuan antara lain kemudahan dalam akses dan suara yang didengar baik dalam ekonomi maupun politik.

d.) Ibu Yusanida Hamidinsyah, Leader NU Skin:
– Pandemi merubah banyak aspek dalam kehidupan misalnya perubahan pendapatan dan menjadi lebih peduli dengan kesehatan. Perubahan-perubahan ini bisa menjadi masalah baru atau peluang, tergantung bagaimana kita bisa memanfaatkannya.
– Kelemahan berwirausaha adalah pembinaan yang tidak konsisten, sering kali pembimbing tersebut hanya membimbing diawal namun tidak ada kelanjutannya. Sehingga diperlukan ketekunan dan ilmu ketika kita akan mulai berwirausaha.

3️⃣ Sesi Tanya Jawab
4️⃣ Sesi Foto Bersama dan Penyerahan Cinderamata

Tinggalkan Balasan