Kegiatan Forum Penguatan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) yang diselenggarakan di Harris Hotel & Conventions Bekasi pada tanggal 8 Juni 2022 sebagai berikut:

1. Kegiatan ini bertujuan untuk evaluasi dan penguatan Reformasi Birokrasi di lingkungan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events), diantaranya evaluasi Reformasi Birokrasi tahun 2021, rencana aksi tindak lanjut Reformasi Birokrasi dan optimalisasi peran agen perubahan di tahun 2022, serta reviu pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi di lingkungan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events).

2. Peserta Forum Penguatan Reformasi Birokrasi berjumlah 50 orang, yang terdiri dari para tim kerja Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) dan agen perubahan di lingkungan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events).

3. Kegiatan ini dihadiri oleh 2 (dua) orang narasumber, yaitu :
-Bapak Antonio Wasono Imam Prakoso, Koordinator Organisasi, Tata Laksana dan Reformasi Birokrasi, Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
-Bapak M. Fiqih Zainal, Konsultan Reformasi Birokrasi.

4. Acara ini dibuka oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events). Beliau menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran yang telah mengikuti penilaian Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) pada tahun 2021. Proses bisnis merupakan bagian dari Reformasi Birokrasi. Oleh karena itu, para Direktur dan Sesdep harus berperan dalam mengatur dan mengonsolidasikan program dan kegiatan di lingkungan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events). Keberhasilan Reformasi Birokrasi dapat dicapai jika ada inisiatif dari seluruh pegawai dan terdapat komunikasi antara staf dan atasan. Selanjutnya, komitmen dan peran serta seluruh pegawai di lingkungan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) diharapkan dapat mendukung proses bisnis dan kinerja Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events). Agen perubahan juga diharapkan dapat mewujudkan Zona Integritas Bebas Korupsi di lingkungan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events).

5. Adapun materi yang disampaikan narasumber adalah sebagai berikut:

1. Materi Reformasi Birokrasi oleh Bapak Antonio Wasono Imam Prakoso

•Catatan hasil evaluasi Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Direktorat Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran:
1.Indikator kinerja masih belum menggambarkan kinerja unit secara keseluruhan dan masih belum bersifat outcome.
2.Telah menciptakan inovasi untuk mendukung kinerja unit (mice.id) namun belum ada monitoring dan evaluasi.
3.Agen perubahan telah menyusun rencana tindak namun belum maksimal dalam memonitor dan mengevaluasi hasil capaiannya.
4.Pemetaan pengembangan kompetensi seluruh pegawai belum maksimal.
5.Inovasi yang telah dilakukan belum berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pengawasan di unit kerja.
•Tahun 2022 dapat menjadi tahun perbaikan berdasarkan rekomendasi dari KemenpanRB.
•Direktorat Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran harus menjawab rekomendasi perbaikan dari evaluator KemenpanRB.
•Pada tahun 2022, Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) akan menjadi agen perubahan. Selanjutnya, Eselon II tersebut akan menunjuk 1 (satu) orang pegawai untuk membantu pelaksanaan rencana tindak agen perubahan. Indikator kinerja agen perubahan diturunkan dari IKU Eselon II.
•Komponen penilaian Reformasi Birokrasi: 60% aspek pengungkit (aspek reform 30%, aspek hasil antara 10% dan aspek pemenuhan 20%) dan 40% aspek hasil (akuntabilitas kinerja dan keuangan 10%, kualitas pelayanan publik 10%, pemerintah yang bersih dan bebas KKN 10%, dan kinerja organisasi 10%)
•Hasil evaluasi pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kemenparekraf/Baparekraf Tahun 2021: total komponen pengungkit 44.73 + total komponen hasil 33.48 = 78.21
•Agen perubahan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) tahun 2022:
1.Setdep: Aiesa Qonita Marati, Ivena Firstiana Audia
2.Direktirat WMK: Jatifajar Adipradana, Irwadi Tamamuddin
3.Direktorat MICE: Amelya Januarysta Tasan, Az Zahra Yuriandri
4.Direktorat ENI: Ferina Wiji Astuti, Mia Oktafiana
5.Direktirat EDA: Bertha Dian Pardani Sianipar, Kurnia Agung Perdana
•Akan ditunjuk seorang koordinator bagi para agen perubahan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) tahun 2022.

-Sesi Pertanyaan:
1.Okky: Apakah ada kelonggaran waktu untuk mengunggah data dukung PMPRB?
Tanggal 15 Juni sudah harus upload data dukung. Inspektorat akan terus memonitor terkait kekurangan data dukung dan jawaban yang disubmit. Sebelum tanggal 15 Juni, akan dilakukan audiensi dengan KemenpanRB.
2.Fahmi: Kenapa CHSE Wisata Minat Khusus yang dipilih menjadi program quick wins? Apakah pilihan tersebut sudah diseleksi?
Terdapat panduan untuk merumuskan quick wins, misal yang memiliki dampak bagi unit kerja dan durasi pelaksanaannya singkat. CHSE memberikan dampak yang luas bagi masyarakat pada masa pandemic Covid-19 sehingga menjadi salah satu quick wins dari Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events). Usulan quick wins diperoleh dari tiap-tiap direktorat dan diputuskan bersama dengan Deputi sebelum diusulkan ke Sekretariat Kementerian.

2. Materi Agen Perubahan oleh Bapak Moch. Fiqih Zainal

•Agen perubahan berfungsi untuk membuka aspirasi tentang perubahan apa yang perlu dilakukan di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf.
•Dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi, khususnya bagi agen perubahan, diharapkan adanya perubahan. Perubahan ini bukan berarti karena ada sesuatu yang buruk, namun lebih untuk mengikuti perkembangan teknologi.
•Model Lapisan Budaya terdiri dari Symbol-Heroes-Ritual-Value-Believe-Asumption
1.Ritual adalah hal-hal yang dilakukan setiap hari sehingga menimbulkan sebuah kebiasaan.
2.Heroes adalah role model atau orang yang dijadikan contoh atau panutan.
3.Symbol adalah logo atau seragam.
•Berdasarkan hasil analisis tahun sebelumnya, DPWPK membutuhkan adanya evaluasi Reformasi Birokrasi.
•Agen perubahan sebaiknya merupakan orang yang disegani dan dijadikan panutan. Agen perubahan juga harus mampu melihat permasalahan dan memberikan solusi pada unit kerjanya. Selanjutnya, harus dilakukan shortlisting pada permasalahan yang telah ditemukan. Setelah dilakukan shortlisting, kemudian dibuat kelompok agen perubahan atau community of practice.
•Tahapan agen perubahan: adanya dukungan pimpinan, sosialisasi rencana kerja agen perubahan, monitoring rencana kerja agen perubahan, rencana kerja agen perubahan, shortlisting renja agen perubahan, quick wins Kemenparekraf, knowledge management
•Poin-point pada Knowledge Management:
1.Eminence grise (orang yang dituakan dan berpengalaman)
2.Champion
3.Knowledge Activist (orang yang tidak terdaftar sebagai agen perubahan tetapi ingin terlibat)
4.Community of Practice
5.Knowledge Management Tools
•Alur rencana kerja agen perubahan yaitu:
1.Ide
2.Rencana
3.Komunikasi
4.Tim
5.Dukungan Pimpinan
6.Aksi
7.Hasil
•Hal yang paling penting dalam rencana kerja agen perubahan adalah dukungan pimpinan. Oleh karena itu, agen perubahan perlu membuat rancangan sejak awal tahun.
•Monitoring harus selalu dilaksanakan agar rencana kerja dapat berjalan dengan lancar.

– Sesi Pertanyaan:
1.Aiesa: Bagaimana cara mengetahui jika proyek perubahan tersebut memiliki andil dalam penilaian Reformasi Birokrasi? Siapakah yang harus memonitor hasil proyek agen perubahan?
Proyek perubahan akan diturunkan dari IKU Direktur yang tertuang di Renstra. Sesdep harus memonitor proyek perubahan dari para agen perubahan.

Kategori: SESDEPUMUM

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.