Festival Malamoi Kota Sorong

Festival Malamoi Kota Sorong yang diselenggarakan pada tanggal 23 – 24 Juni 2022, di Kawasan Wisata Mangrove Klawalu, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, merupakan festival komunitas, program berkolaborasi Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Pariwisata dengan Sorong Kreatif Forum yang merupakan jejaring komunitas kreatif di Kota Sorong, sebagai bentuk sinergitas antara pemerintah dan komunitas, dalam pengembangan ekonomi kreatif dengan menampilkan potensi ekonomi kreatif lokal.

Berikut beberapa poin yang kami laporkan:
🔸️ Hari 1, Kamis, 23 Juni 2022
🔹️ Acara Pembukaan, 11.00 WIT
• Menyanyikan lagu “Indonesia Raya”
• Doa
• Sambutan sekaligus meresmikan pembukaan Festival Malamoi Kota Sorong oleh Walikota Sorong, Bapak Drs. Ec. L. Jitmau, MM
Budaya negara asalnya dari budaya daerah, oleh karena itu Pemerintah Daerah berkewajiban melestarikan budaya daerah.
Ide sungai yang ada di kawasan wisata Mangrove Klawal dikeruk, lebih dalam dan besar, lebih indah, kemudian dibangun dermaga/pelabuhan menjadi destinasi wisata yang lebih menarik, sehingga wisatawan tidak hanya pergi dan menghabiskan uang di Raja Ampat tapi juga di Kota Sorong. Kembangkan destinasi wisata, dengan fasilitas umum, tempat makan, atraksi tari, hasil kerajinan, dll.
Peresmian Festival Malamoi Kota Sorong dengan memukul/membunyikan tifa 3 kali.
• Pembacaan puisi dalam bahasa Moi oleh Erik Kribo
• Penampilan musik dengan vokalis lokal Dei & Ocha.
• Penampilan tari Alen, tari penyambutan suku Moi
• Menyanyikan lagu “Tanah Papua”

🔹️ Lomba-lomba:
1) Tari Kreasi (modern dance)
2) Tari tradisional Sorong

🔸️ Hari 2, Jumat 24 Juni 2022
🔹️ Lomba-lomba:
1) Fashion Show menggunakan kain batik papua.
2) Lomba kuliner khas Sorong/Papua

🔹️ Acara Penutupan, 14.00 WIT
• Arahan juri:
– Bapak Mika Duwit, Ketua Dewan Kesenian Kota Sorong, menyampaikan mengenai rencana memasyarakatkan tari Artisok, yang harapannya akan dapat mewakili suku-suku se-Sorong Raya, menjadi tarian penyambutan.
– Agar memperhatikan nilai-nilai tradisi dan budaya, teknis pengemasan, agar berkelanjutan.
– Untuk melestarikan budaya sekaligus menghindari konflik, sebaiknya dengan bentuk Gelar Budaya saja, semua peserta tampil baik, tidak disebut juara/pemenang.
• Pengumuman para pemenang lomba-lomba
• Sambutan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Sorong, Bapak Ricky Nauw, sekaligus meresmikan penutupan event.

🔸️ Bentuk dukungan Kemenparekraf: sarana prasarana (baliho; sound system; lighting; genset; LED screen; photobooth; penampil lokal, dll).

🔸️ Evaluasi
1) Telah mendayagunakan destinasi wisata lokal sebagai lokasi event, sekaligus upaya mempromosikannya.
2) Acara Pembukaan molor 1 jam karena menunggu kehadiran Walikota Sorong.
3) Sudah melibatkan partisipasi komunitas/sanggar seni pada penampilan budaya dan lomba-lomba; asosiasi/komunitas usaha pada bazaar; serta tokoh budaya dan seni lokal sebagai juri-juri lomba.
4) Bazar/Pameran UMKM hanya sedikit (hanya sekitar 3-5 stand saja) dan kurang variatif produk dagangannya, terlalu banyak makanan/jajanan saja, minim hasil kerajinan.
5) Penyelenggara terkesan kurang matang dalam mengemas event. Pengaturan lomba-lomba kurang baik, urutan acara ataupun peserta lomba membingungkan, Pembawa Acara Lomba juga tidak dipersiapkan, akhirnya dipilih dadakan. Panitia tidak stand by mendampingi kegiatan, sehingga saat dibutuhkan pertimbangan/keputusannya tidak ada. Saat membacakan pengumuman pemenang juga terjadi beberapa kali ralat padahal pemenang yang dipanggil sudah terlanjur maju, membuat kecewa.
6) Penyelenggara kurang optimal dalam menggunakan dukungan yang diberikan, padahal merupakan usulan permohonan dari mereka sendiri. Ada beberapa spesifikasi bentuk dukungan yang kurang jelas dimana/kapan digunakannya.

Secara umum, Festival Malamoi Kota Sorong telah terselenggara dengan lancar.
Demikian disampaikan laporan pelaksanaan pendukungan event Festival Malamoi Kota Sorong.
Terima kasih.

Penyambutan kedatangan Walikota Sorong dengan tarian adat. Sambutan Walikota Sorong, serta peresmian Festival Malamoi Kota Sorong dengan memukul/membunyikan tifa 3 kali.
Pembacaan puisi, penampilan tari Alen Suku Moi, serta penampilan band & vokalis lokal.
Lomba Tari tradisional
Lomba-lomba: Tari Kreasi, Tari tradisional, Fashion Show, & Lomba kuliner khas; Bazar UMKM & Penutupan oleh Kadispar Kota Sorong

Link berita:
https://m.kumparan.com/amp/balleonews/festival-malamoi-sorong-raya-perkenalkan-seniman-dan-kearifan-lokal-1yKIznqAjyp

https://papuabarat-tribunnews-com.cdn.ampproject.org/v/s/papuabarat.tribunnews.com/amp/2022/06/23/semaraknya-festival-malamoi-sorong-raya-wali-kota-budaya-malamoi-jangan-tidur?

https://www-radarsorong-id.cdn.ampproject.org/v/s/www.radarsorong.id/wali-kota-buka-festival-malamoi-sorong-raya/

Tinggalkan Balasan